Archive Page 2

Tetap Belajar Walau Ajal di Depan Mata

Saat berada di ambang kematian pun, beberapa ulama masih berusaha memanfaatkan waktu. Ada yang berdikusi masalah fiqh, menghafal beberapa bait syair, atau menukil ilmu.
Lanjutkan membaca ‘Tetap Belajar Walau Ajal di Depan Mata’

Iklan

Siapakah yang Layak Disebut Muhaddits?

Beberapa pihak amat bermudah-mudah menggelari beberapa orang dengan gelar “al muhaddits”. Atau bahkan lebih dari itu, ada yang dengan sengaja menjuluki tokoh tertentu dengan sebutan “muhaddits abad ini”, padahal yang bersangkutan tidak memiliki periwayatan, tidak menyimak hadits dari para perawi dan muhadditsun sebelumnya, atau mungkin hanya memperoleh ijazah dalam kitab-kitab tertentu saja. Sebenarnya, syarat apa yang harus dipenuhi, hingga seseorang layak memperoleh gelar al muhaddits? Lanjutkan membaca ‘Siapakah yang Layak Disebut Muhaddits?’

Kitab-kitab yang “Mengelilingi” Ihya Ulumuddin

Ada yang membela Al Ihya` adapula yang menjelaskan kedudukan hadits-haditsnya, ada pula yang mensyarah kalimat-kalimatnya.
Lanjutkan membaca ‘Kitab-kitab yang “Mengelilingi” Ihya Ulumuddin’

Tingkatan Mufti Madzhab As Syafi’i

Definisi madzhab adalah apa-apa yang dipilih oleh Imam As Syafi’i dan para pengikutnya terhadap hukum dalam berbagai masalah, sebagaimana disebutkan Imam Al Mahalli dalam Syarh beliau terhadap Al Minhaj. (lihat, Hasyiyatani Qalyubi wa Umairah, 1/7) Lanjutkan membaca ‘Tingkatan Mufti Madzhab As Syafi’i’

Benarkah Al Ghazali Hanya Belajar Hadits di Akhir Hayat?

Ada beberapa pihak yang memiliki pemikiran berlawanan dengan Hujjatul Islam Al Ghazali menyimpulkan bahwa kajian Al Ghazali terhadap Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim menjelang wafat, menunjukkan bahwa beliau sebelumnya jauh dari Sunnah dan di akhir hayat beliau telah kembali kepada Sunnah! Lanjutkan membaca ‘Benarkah Al Ghazali Hanya Belajar Hadits di Akhir Hayat?’

Mengobati Hati dengan Memandang Wajah Orang Shalih

Abu Bakar Al Muthawi’i selama dua belas tahun selalu aktif mengikuti majelis Imam Ahmad. Di majelis tersebut hadits tersebut Imam Ahmad membacakan Al Musnad kepada putra-putra beliau. Namun, selama mengikuti mejalis tersebut, Al Muthawi’i tidak memiliki catatan, walau hanya satu hadits. Lalu, apa yang dilakukan Al Muthawi’i di majelis itu? Beliau ternyata hanya ingin memandang Imam Ahmad. Lanjutkan membaca ‘Mengobati Hati dengan Memandang Wajah Orang Shalih’

Al Muhaddits Anwar Syah Al Kasymiri

Saat itu, Syaikh Mu’adzam Syah, secara rutin mengajarkan kepada putra laki-lakinya kitab Mukhtashar Al Quduri, rujukan fiqih dalam madzhab Hanafi. Nyatanya, sang putra memang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, banyak pertanyaan yang terlontar dari mulutnya di tengah-tengah proses belajar. Karena sulitnya menjawab pertanyaan si anak, pernah ulama Kashmir ini terpaksa harus menela’ah kitab Al Hidayah, rujukan dalam madzhab Hanafi yang lebih tinggi, untuk menjawabnya.
Lanjutkan membaca ‘Al Muhaddits Anwar Syah Al Kasymiri’