Archive for the 'Ushul Fiqih' Category

Tingkatan Mufti Madzhab As Syafi’i

Definisi madzhab adalah apa-apa yang dipilih oleh Imam As Syafi’i dan para pengikutnya terhadap hukum dalam berbagai masalah, sebagaimana disebutkan Imam Al Mahalli dalam Syarh beliau terhadap Al Minhaj. (lihat, Hasyiyatani Qalyubi wa Umairah, 1/7) Lanjutkan membaca ‘Tingkatan Mufti Madzhab As Syafi’i’

Iklan

Maksud Pelarangan Taqlid Imam As Syafi’i

Pihak yang tidak membolehkan bermadzhab pada satu madzhab atau bertaqlid pada satu madzhab, biasanya berargumen dengan perkataan Imam As Syafi’i yang disebutkan Imam Al Muzani di awal Al Mukhtasar, yang manyatakan bahwa Imam As Syafi’i melarang siapa saja untuk taklid terhadap beliau atau terhadap selain beliau. (Lihat Mukhtashar Al Muzani, hal. 1).

Lanjutkan membaca ‘Maksud Pelarangan Taqlid Imam As Syafi’i’

Kedudukan Fatwa dalam Islam

Kedudukan fatwa dalam islam sangatlah penting dan tidak bisa dengan mudah diabaikan, apalagi digugurkan. Lanjutkan membaca ‘Kedudukan Fatwa dalam Islam’

Memahami Perkataan As Syafi’i: “Jika Sebuah Hadits Shahih, maka Itulah Madzhabku”

Memang benar bahwa Imam Syafi’i mengatakan:”Jika kalian menemui dalam bukuku seuatu yang bertentangan dengan Sunnah Rasulullah, maka berkatalah dengan Sunnah dan tinggalkan perkataanku”. Juga diriwayatkan dari beliau, jika sebuah hadits shahih, maka itulah madzhabku. Perkataan sejenis juga diriwayatkan dari para ulama madzhab empat.

Akan tetapi banyak kalangan yang tidak memahami dengan benar perkataan ini. Sehingga, jika yang bersangkutan menemukan sebuah hadits shahih yang bertentangan dengan pendapat madzhab Syafi’i maka yang bersangkutan langsung menyatakan bahwa pendapat madzhab itu tidak benar, karena Imam Syafi’i sendiri mengatakan bahwa hadits shahih adalah madzhab beliau. Atau ketika seseorang menemukan sebuah hadits yang shahih, yang bersangkutan langsung mengklaim, bahwa ini adalah madzhab Syafi’i.

Lanjutkan membaca ‘Memahami Perkataan As Syafi’i: “Jika Sebuah Hadits Shahih, maka Itulah Madzhabku”’