Archive for the 'Kontemporer' Category

Mujahadah Para Salaf dan Ulama di Bulan Ramadhan

Benarlah sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) tentang keunggulan generasi salaf: “Sebaik-baik zaman adalah di zamanku (sahabat), kemudian orang sesudah mereka (tabi’in) dan kemudian orang sesudah mereka (atba’ tabi’in).” (Riwayat Bukhari). Lanjutkan membaca ‘Mujahadah Para Salaf dan Ulama di Bulan Ramadhan’

Iklan

Dar Ifta’: Haram Beli Suara Pemilu

Dar Al Ifta’ Al Mishriyah (Lembaga Fatwa Mesir) melansir sebuah fatwa baru dalam situsnya, yang berjudul “Membeli Suara dalam Pemilu”. Fatwa nomor 6274 tersebut menjelaskan tentang haramnya membeli suara calon pemilih, yang dilakukan oleh calon yang hendak dipilih.

Fatwa tersebut sebenarnya sudah diajukan pada dua tahun yang lalu, pada tahun 2005, yang terdaftar nomor 2739. Disamping menanyakan tentang hukum “membeli” suara dalam pemilu, di mustafti (pihak yang meminta fatwa) juga menanyakan hukum menerima uang itu, jika pemilih mengetahui bahwa harta itu bersumber dari kafe-kafe yang menjual minuman keras.

Lanjutkan membaca ‘Dar Ifta’: Haram Beli Suara Pemilu’

Ulama: Haram Hijrah dari Gaza

Hidayatullah.com–Pembicaraan masalah hijrah di kalangan para pemuda Palestina menghangat akhir-akhir ini, khususnya mereka yang hidup di wilayah Gaza . Tema “hijrah” ramai dibicarakan, setelah terbukanya pintu perbatasan Rafah, yang menghubungkan antara Gaza dengan Sinai Mesir.

Sebagaimana diketahui, bahwa sejak 2000 Gaza diisolasi oleh pihak Israel setelah pecah “Intifadhah Al Aqsha”, hingga sejak saat warga Gaza amat sulit untuk mendapatkan akses keluar wilayah Gaza. Isolasi ini semakin diperketat setelah Hamas memenangkan pemilu Januari 2006.

Lanjutkan membaca ‘Ulama: Haram Hijrah dari Gaza’

Syahrur: Mengingkari Hadits Nabawi dan “Kumpul Kebo” Halal

Rujukan kaum liberal asal Suriah, Dr. Mohammad Syahrur di tengah kunjungannya di Emirat beberapa hari lalu mengeluarkan pendapat kntroversial. Ia mengatakan bahwa hadits Rasulullah saw. tidak harus diikuti, tidak mengakui fatwa ulama, serta mengatakan bahwa hubungan remaja lawan jenis tanpa didasari pernikahan, alias kumpul kebo hal yang “halal” menurutnya.

Ketika situs berita Al Arabiya menanyakan masalah pergaulan bebas yang banyak menjangkiti para remaja Suriah, Syahrur mengatakan bahwa apa yang dilakukan para remaja itu, jika hal itu sesuai dengan kemauan mereka, tanpa akad, atau tanpa didampingi seorang syekh atau tanpa mendapat izin, maka hal itu halal, katanya.

“Bacalah Kitabullah, jangan takut kepadanya, kamu semua bisa melakukan itu tanpa perantara dan tanpa guru, dan pergaulan bebas halal, dengan syarat ada persetujuan diantara kedua pihak,” ujarnya.

Ia menyatakan juga, bahwa pergaulan pergaulan bebas antara seorang laki-laki dan seorang perempuan adalah ganti atas pernikahan, dan tanpa akad tertulis, adalah “halal, secara syar’i.”

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu para praktisi hukum Suriah menyoroti fenomena kumpul kebo yang melanda remaja Suriah dan mereka menekankan, agar para pelakunya segera melakukan pernikahan, yang dilegalkan negara.

Lanjutkan membaca ‘Syahrur: Mengingkari Hadits Nabawi dan “Kumpul Kebo” Halal’