Hukum Bekerja di Bawah Pemerintahan Dhalim

Salah satu ulama yang membahas mengenai hukum bekerja dalam pemerintahan penguasa dhalim adalah Imam Al Mawardi. Dalam kitab beliau yang berjudul Nashihah Al Muluk beliau menyampaikan bahwa para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini, dan masing-masing memiliki dalil.

Kabanyakan ulama mengharamkan, sebagian yang lain menyatakah makruh dan sekelompok ulama menyatakan boleh, selama melakukan hal-hal yang mubah.

Pihak yang Mengharamkan
Para ulama yang mengharamkan berpedoman dengan Firman Allah Ta’ala, yang artinya:”Janji-Ku tidak akan mengenai orang-orang yang dholim” (Al Baqarah [2]: 124).

Begitu pula dengan firman Allah Ta’ala yang artinya:”Dan Aku tidak akan mengambil orang-orang yang menyesatkan itu penolong.” (Al Kahfi [18]: 51)

Begitu pula dengan Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, yang maknanya:”Tidak ada ketaatan terhadap makhluk dalam bermaksiat kepada khalik.” (HR. Muslim)

Bagaimana boleh membantu penguasa dhalim, sedangkan di hadapan Allah mereka tidak memiliki kekuasaan?

Pihak yang Membolehkan
Sebagian ulama membolehkan jika pekerjaan tidak mengandung hal-hal yang diharamkan, seperti mengalirkan darah dan mengambil harta tanpa hak, menyiksa di penjara dll, berpedomana dengan beberapa dalil, baik dari Al Qur’an maupun Hadits.

Allah berfirman, yang artinya:”Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu, tiadalah orang yang sesat memberi mudharat kepadamu, apabila kamu mendapat petunjuk.” (Al Maidah [5]: 105).

Dalil lain yang digunakan adalah perbuatan Nabi Yusuf Alaihi Assalam, bahwa beliau bekerja di bawah penguasa Ar Rayan bin Al Walid, yang kafir dan rakyatnya juga kafir. Dan hal itu dibolehkan, bahkan diwajibkan jika memberi kontribusi yang baik dan diiringi dengan niat yang baik pula.

Diriwayatkan juga, bahwa Rasulullah bersabda:”Tidak ada seoarang yang mendapat pahala lebih besar daripada menteri yang memerintahkan penguasa di jalan Allah”.

Mereka yang bekerja di bawah penguasa dhalim hendaknya juga melakukan amar makruf nahi mungkar terhadap penguasa, dan menjaga niat baik.

(Disadur dari Nashihah Al Muluk, hal. 292, Imam Al Mawardi, terbitan Maktabah Al Falah, 1983)

3 Responses to “Hukum Bekerja di Bawah Pemerintahan Dhalim”


  1. 1 caksoba April 14, 2009 pukul 4:21 am

    apik tenan materine siip

  2. 2 ya Februari 15, 2011 pukul 9:09 am

    bagaimana jika qta bkerja pda orang dhalim, dlam hal ini mungkin orang kafir dalam bidang hiburan? Contohnya bioskop, tmpat karaoke dll yang mungkin pastinya memfasilitasi orng untuk brbuat maksiat… Syukron….

  3. 3 kery Maret 26, 2012 pukul 9:29 am

    carilah pekerjaan atau usaha lain yang halal ketika sudah dapat segeralah pindah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: