8 Syarh Shahih Al Bukhari

A’lam As Sunan

Merupakan syarh (penjelasan) Shahih Bukhari pertama, yang ditulis oleh Imam Al Khattabi (388 H), seorang ulama hadits dan fiqih yang berasal dari Kabul Afghanistan.

Manuskrip (tulisan tangan) kitab ini, terdiri dari dua jilid, dengan jumlah halaman 1500. Di samping dikenal dengan nama A’lam As Sunan, ada juga yang menyebut kitab ini dengan Tafsir Ahadits Al Jami’ As Shahih li Al Bukhari.

Seorang sarjana Muslim Dr. Yusuf Al Kattani, telah melakukan tahqiq (studi manuskrip) terhadap karya ini. Karena termasuk karya langka, beliau bisa mendapatkan manuskrip A’lam As Sunan atas bantuan beberapa ulama Afghanistan.

Manuskrip lain juga ditemukan di perpustakaan Rabat Maroko no. 1180, juga di beberapa perputakaan di Istanbul Turki. Dar Ibnu Hazm Beirut menggabungkan kitab ini dengan Sunan Abu Dawud, yang dicetak pada tahun 1997.

Syarh Ibnu Batthal

Tidak ada nama khusus bagi syarah ini. Oleh karena itu populer dengan nama Syarah Shahih Al Bukhari li Ibni Batthal.

Abu Tamim Yasir bin Ibrahim, muqaqiq kitab ini menyebutkan bahwa Syarh Ibnu Batthal termasuk syarah Shahih Al Bukhari awal, karena diketahui bahwa Ibnu Batthal sendiri wafat pada 449 H.

Ibnu Batthal juga menukil pendapat dari para ulama yang jarang dinukil, seperti Ibnu Jarir At Thabari, Ibnu Al Mundzir, Ismail bin Ishaq, Ibnu Al Qishar, dll.

Beliau juga menyebutkan atsar dari para sahabat dan tabi’in dalam menafsirkan ayat dan hadits dalam Shahih Al Bukhari, juga menyebutkan pendapat para salaf dalam masalah khilaf, serta menyebutkan pandapat yang beliau rajihkan. Akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa beliau banyak mengambil pendapat dari Imam Malik dan madzhah Maliki, karena beliau sendiri adalah pengikut madzhab ini.

Kawakib Ad Durari

Ditulis oleh Imam Kirmani (786 H), beliau memperoleh nama kitab ini setelah melakukan tawaf di Baitullah. Beliau menulis kitab ini karena merasa bahwa saat itu belum ada yang menulis syarh (penjelasan) Shahih Bukhari yang lengkap, sebegaimana yang telah beliau katakan dalam muqadimah.

Ini adalah kitab yang paling banyak dirujuk oleh Ibnu Hajar dalam Fathu Al Bari serta Badruddin Al Aini dalam Umdah Al Qari. Ibnu Hajar mengatakan bahwa Kawakib Ad Durari adalah syarh Shahih Bukhari yang amat bermanfaat.

Kitab ini tergolong cukup besar. Terdiri dari 25 juz, yang telah dijadikan menjadi 7 jilid oleh penerbit Mesir, Tab’ah Al Mishriyah.

Seperti beberapa kitab syarh (penjelasan) yang lain, Kawakib Ad Durari menjelaskan judul, para periwayat, serta makna dari matan (isi periwayatan) hadits, masalah fiqih, serta permasalahan furu’. Disamping memuji buku ini, Ibnu Hajar juga mengkritik, Imam Karmani yang hanya menukil dari buku, bukan dari para ulama dan guru.

Fathu Al Bari

Ditulis oleh Hafidz Ibnu Hajar Al Atsqalani (852H), penulisan Muqadimahnya yang bernama nama Hadyu As Sari telah memakan waktu 5 tahun, dan beliau memembutuhkan waktu 25 tahun untuk menyelesaikan seluruhnya.

Kitab ini mendapat kritikan dari Badruddin Al Aini, muhadits yang hidup semasa dengan Ibnu Hajar. Kritikan itu ditulis Al Aini dalam Umdah Al Qari, yang juga merupakan salah satu dari kitab-kitab yang mensyarh Shahih Al Bukhari. Akan tetapi kritikan itu telah dijawab oleh Ibnu Hajar dalam karya beliau Al Istinshaf ‘Ala ‘Atha’in Al ‘Aini.

Fathu Al Bari adalah syarh Shahih Al Bukhari yang paling banyak dikenal dan dirujuk oleh para penuntut ilmu keislaman hingga saat ini. Maka tidaklah mengherankan jika kitab itu dijuluki sebagai “qomus As Sunnah” alias kamusnya Sunnah. Dalam Fathu Al Bari, Ibnu Hajar disamping menjelaskan makna-makan dalam hadits, beliau juga menjelaskan makna bab, asbab al wurud, kesimpulan hukum dari hadits tersebut, serta khilaf para ulama dari masalah hukum yang berhubungan dengan hadits itu.

Tidak hanya sampai di situ, beliau juga menghukumi derajat hadits-hadits yang berada di kitab lain yang serupa atau yang memiliki hubungan dengan hadits dalam Shahih Al Bukhari tersebut.

Umdah Al Qari

Ditulis oleh Badru Ad Dien Al Aini (855 H), ulama madzhab Hanafi yang memiliki hubungan amat dekat dengan Ibnu Hajar Al Atsqalani. Dalam Umdah Al Qari, Al Aini mengkritik Fathu Al Bari. Beliau juga lebih mengutamakan Umdah Al Qari, dibanding dengan syarh Bukhari sebelumnya.

Dalam Umdah Al Qari, Al Aini juga mengkritk khutbah Ibnu Hajar dalam muqadimah Fathu Al Bari, dan hal itu telah dijawab oleh beliau dalam Intiqadhul I’tiradh, yang belum sempat beliau sempurnakan, karena meninggal. Akan tetapi para ulama menilai bahwa jawaban Ibnu Hajar terhadap kritikan itu amat kuat.

Secara fisik, kitab ini lebih besar dan tebal, jika dibanding dengan Fathu Al Bari. Walau begitu, beberapa kalangan menilai bahwa Umdah Al Qari juga banyak merujuk dari Fathu Al Bari. Oleh sebab itulah, Syeikh Zahid Al Kautsari, ulama Daulah Utsmaniyah yang bermadzhab Hanafi berpendapat bahwa Umdah Al Qari lebih lengkap dari Fathu Al Bari.

At Tausyih Ala Al Jami’ As Shahih

Adalah syarh Shahih Al Bukhari yang ditulis oleh Imam As Suyuthi (911 H), salah seorang hafidz hadits di era akhir, yang juga menjadi salah satu murid Ibnu Hajar Al Atsqalani.

Dalam kitab ini, Imam As Suyuthi menjelaskan kata-kata sulit dan asing dalam hadits Shahih Bukhari, serta menjelaskan perbedaan riwayat Bukhari, serta tambahan riwayat yang berada di luar periwayatan Imam Bukhari.

Penjelasan terhadap hadits cukup ringkas, sehingga Dar Al Kutub Al Ilmiyah Beirut menerbitkan karya ini dalam 5 jilid, dengan jumlah halaman sebanyak 2784, yang diterbitkan pada tahun 2000.

Irsyad As Sari

Merupakan ringkasan atas Fathu Al Bari dan Umdah Al Qari. Ditulis oleh Al Qasthalani, ulama madzhab Syafi’i yang wafat pada 923 H.

Irsyad As Sari merupakan rujukan dalam bidang fiqih hadits, dimana penulisnya menjelaskan sanad (jalur periwayatan) dan matan (isi periwayatan). Termasuk penjelesan akan kosa kata, serta hukum yang bisa diambil dari hadits yang merujuk kepada pendapat ulama dan para fuqaha.

Sebagaimana syarh yang lain, Irsyad As Sari termasuk karya yang amat tebal. Dar Al Kutub Al Ilmiyah mencetaknya menjadi 15 jilid, dengan jumlah halaman sebanyak 8448. Namun ada juga penerbit yang menyertakan Syarh Shahih Muslim dalam hamish (catatan kaki) Irsyad As Sari.

Faidhu Al Bari

Ditulis oleh Anwar Syah Al Kashmiri, Muhadits India (1352 H), yang sekaligus guru dari mufti Pakistan, Muhammad Syafi’.

Beliau memiliki kemampuan yang cukup dalam men-syarh Shahih Al Bukhari, karena sebelumnya beliau sudah mempelajari dengan detail tentang kitab Shahih Al Bukhari tidak kurang dari 13 kali. Disamping itu beliau juga telah mempelajari dengan seksama syarh Shahih Al Bukhari yang telah ditulis sebelumnya yaitu, Fathu Al Bari, Umadh Al Qari serta Irsyadu As Sari, juga syarh selainnya yang mencapai sekitar 30 judul kitab.

Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah menyabutkan, karena penguasaan beliau terhadap Fathu Al Bari dan Umdah Al Qari, maka kadua kitab itu sekan-akan sudah berada di luar kepala. Dan beliau telah mengajarkan Faidhu Al Bari lebih dari 20 kali.

Kitab ini semakin berbobot dengan ta’liq (komentar) dari murid beliau, Syeikh Muhammad Badru Al Alim. Telah dicetak di Mesir pada tahun 1357 H. Akan tetapi, saat ini, kitab ini mulai susah ditemukan.

2 Responses to “8 Syarh Shahih Al Bukhari”


  1. 1 Gunawan Desember 4, 2008 pukul 11:32 am

    Blog yg bagus. Sekalian tolong dimuat juga kitab2 yg mensyarah shahih muslim, sunan abu daud, tirmidzi dll. Barakallohu fikum..

  2. 2 Heri al banjari Maret 9, 2009 pukul 1:07 am

    Bagus, ilmiah, terus lestarikan khazanahnya agar ulama yg suka “usil” jadi banyak wawasannya sehingga tidak mudah mengklaim dia saja yg plg benar krn rujukannya itu itu saja. Contohlah Imam Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali yang saling puji dan menghargai pendirian masing-masing. Kikis habis kalau-kalau ada “ujub” di dalam hati yg lambat laun bisa menjadi Fir’aun gaya baru, Allaahumma sallimnaa minhum.

    _____________
    Thoriq: Semoga Allah memudahkan segalanya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: