Mengusap Wajah Setelah Berdoa Menurut Fuqaha

Masalah mengusap wajah setelah berdoa menurut para fuqaha madzhab 4, sebagai berikut:

Hanafi:Dalam Hasyiyah As Syurunbulali ‘ala Durar Al Hikam, dalam bab Shifat Shalat, dalam masalah dzikir sunnah setelah shalat, beliau mengatakan:”Dan disunnahkan bagi mereka yang shalat melakukan hal itu (dzikir sunnah), lalu ditutup dengan “subhana rabaka…” (ayat), karena Ali radhiyallahuanhu mengatakan:”Barang siapa ingin ditimbang amalnnya dengan timbangan yang berat di hari kiamat, maka hendaklah setiap akhir perkataannya, jika ia hendak berdiri dari majelisnya,”subhana rabbaka…”. Lalu mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajahnya. ( Hasyiyah As Syurunbulali ‘ala Durar Al Hikam, 1/80)

Maliki:An Nafrawi dalam Al Fawaqih Ad Dawani mengatakan:”Dan disunnahkan untuk mengusap kedua telapak tangan ke wajah setelahnya (doa), sebagaimana yang telah dilakukan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam”. ( Al Fawaqih Ad Dawani, 2/335)

Syafi’i:Imam An Nawawi dalam Al Majmu’ Syarh Muhadzab menyatakan:”Dan dari adab berdoa adalah memilih tempat, waktu serta keadaan yang mulya. menghadap kiblat, mengangkat tangan, serta mengusap wajah dengan tangan ketika selesai…” ( Al Majmu’ Syarh Muhadzab, 4/487).

Imam An Nawawi menyatakan bahwa amalan itu sunnah, ini juga dinukil oleh Syeikh Al Islam Zakariya Al Anshari, serta Khatib As Syarbini (Lihat, Atsa Al Mathalib, 1/160, juga Mughni Al Muhtaj, 1/370)

Hanbali:Al Allamah Al Bahuti:”Kemudian mengusapkan tangan wajah di saat ini (yaitu setelah qunut), dan di luar shalat (yaitu ketika berdoa). (Kalimat dalam kurung adalah keterangan Al Bahuti, lihat, Syarh Al Muntaha Al Iradat, 1/241, Al Inshaf, 2/173, Kasyaf Al Qana, 1/420)

Demikian, sejumlah ulama menyatakan disyari’atkannya mengusap wajah setelah berdoa. Adapun pernyataan Izzuddin bin Abdissalam,”mengusap wajah dengan dua tangan adalah bid’ah dalam doa dan tidak ada yang melakukan kecuali jahil”, telah dijawab oleh Imam Az Zarkasyi:”ini dikarenakana beliau belum mengatahui hadits-hadits itu, walau sanad-sanadnya layin, akan tetapi, perkumpulannya menguatkan periwayatannya (dari manuskrip Al Azhiya fi Al Ad’iyah, sesuai yang dinukil Syeikh Bakar Abu Zaid). Allahu’alam bishawab

(Diambil dari Fatwa Dar Al Ifta Al Mishriyah)

Baca juga, “Dalil Mengusap Wajah Doa Setelah Berdoa”

1 Response to “Mengusap Wajah Setelah Berdoa Menurut Fuqaha”


  1. 1 Irwan AlMuntadzar Juni 12, 2011 pukul 3:35 pm

    Haditsnya dhaif/lemah,,,
    Yang mengusap wajah bagi yang meyakini silahkan,,,
    Yang tidak mengusap wajah juga silahkan,,,
    Dan saya meninggalkan yang lemah
    ________________
    Thoriq: Dah ada penjelasannya di “Dalil Mengusap Wajah setelah Berdoa”, di bawah artikel di atas, bahwa para huffadz menghasankan haditsnya, dan kami lebih tenteram dengan pentashihan para huffadz daripada kalangan kontemporer dalam masalah ini. Apalagi dan hal ini merupakan amalan para Salaf yang termasuk para sahabat dan tabi’in. Dus, hal ini juga disetujui madzhab empat. Sehingga, pandapat ini sangat layak untuk diutamakan sebagai hal yang disunnahkan. Ada yang ikut pendapat lain, ya monggo. Kami lebih tenteram dengan pendapat yang jelas didukung oleh amalan Salaf dan hadits yang dihukumi oleh para ulama huffadz. Ala kulli haaaal…trima kasih mau membaca.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: