Hukum Safar Saat Masuk Waktu Shalat Jumat

Safar tetap dibolehkan pada hari Jumat, yang terjadi khilaf adalah hukum safar di saat waktu shalat Jumat sudah masuk. Syeikh Al Islam Ibnu Qudamah menyebutkan bahwa dalam masalah ini ada dua pendapat. Imam Syafi’i, Ishaq dan Ibnu Mundir melarang, Ibnu Qudamah sendiri merajihkan pendapat ini.

Pendapat ini berdasarkan dalil sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasalam:”Barang siapa melakukan safar dari suatu wilayah yang ditegakkan shalat Jumat di dalamnya, maka maialikat akan meninggalkannya, dan tidak ditemani dalam safarnya, dan tidak di tolong atas hajatnya (HR. Ad Daruquthni). Juga dikarenakan kewajiban Jumat telah ada pada dirinya, maka tidak boleh dia melakukan aktivitas yang dilarang karena adanya Jumat, seperti bermain dan melakukan aktivitas jual beli.

Sedangkan mereka yang membolehkan adalah Abu Hanifah dan Imam Al Auza’i membolehkan. Mereka berdalil dengan pendapat Umar bin Khattab, bahwa beliau berkata:”Jumat tidak menghalangi safar”.

Akan tetapi khabar dari Umar radhiyallahu ‘anhu di atas dimaknai bahwa safar tetapi dibolehkan pada hari Jumat, selama belum masuk waktu shalat Jumat. Hal ini dikarenakan ada khabar yang juga datang dari Umar radhiyallahu ‘anhu tentang makruhnya safar pada hari Jumat. (lihat, Al Mughni 406-408, Bait Al Afkar Ad Dauliyah, 2004)

0 Responses to “Hukum Safar Saat Masuk Waktu Shalat Jumat”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: