Ulama: Haram Hijrah dari Gaza

Hidayatullah.com–Pembicaraan masalah hijrah di kalangan para pemuda Palestina menghangat akhir-akhir ini, khususnya mereka yang hidup di wilayah Gaza . Tema “hijrah” ramai dibicarakan, setelah terbukanya pintu perbatasan Rafah, yang menghubungkan antara Gaza dengan Sinai Mesir.

Sebagaimana diketahui, bahwa sejak 2000 Gaza diisolasi oleh pihak Israel setelah pecah “Intifadhah Al Aqsha”, hingga sejak saat warga Gaza amat sulit untuk mendapatkan akses keluar wilayah Gaza. Isolasi ini semakin diperketat setelah Hamas memenangkan pemilu Januari 2006.

Dan isolasi yangt dilakukan Israel semakin parah setelah Hamas menguasai wilayah Gaza secara total pada 7 bulan yang lalu, dimana kebutuhan makanan, energi, obat-obatan, dan fasilitas medis tidak bisa diperoleh dengan mudah oleh penduduk Gaza.
Sebelumnya. Syeikh Hamid Al Bitawi telah mengeluarkan fatwa sebelum beliau ditangkap oleh Israel , yang menegaskan tentang haramnya hijrah dari Palestina, beliau mengatakan dalam fatwanya,”Tidak diperbolehkan kepada pemuda Palestina, meninggalakan negeri ini dalam rangka mencari penghidupan, di masa-masa seperti ini. Karena meninggalkan negeri dalam kedaan ini dilarang secara syar’i”. Fatwa larangan tersebut merujuk kapada firman Allah Ta’ala pada surat Al Anfal:15 yang bermakna, ”Hai orang-orang yang beriman, apa bila kamu sekalian bertemu dengan orang-orang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka”.
Tapi, apakah fatwa ini berlaku kepada penduduk Gaza , saat ini? Dr. Mahir As Susiy, profesor fikih perbandingan di Al Jami’ah Al Islamiyah, menyatakan haramnya keluar dari Gaza dalam kondisi apapun, dan tidak pula diperbolehkan mengeluarkan harta dari Gaza , oleh pemiliknya.
Beliau juga merujuk Al Anfal: 15, dimana menurut beliau, hijrah dari Gaza sama dengan melarikan diri dari ribath (berjaga-jaga), yang diperintahkan Allah, dan lari dari kewajiban jihad adalah hal yang dilarang. Dan hijrah dari Palestina, sama dengan menyerahkan tanah ini kepada Yahudi, dan ini bertentangan dengan firman Allah Ta’ala dalam surat An Nisa: 141. ”Dan Allah sekali-kali tidak memberikan jalan kepada orang-orang Kafir terhadap orang-orang Mukmin”.
Professor Syari’ah dari Universitas Gaza, Bassam Al ‘Af juga berpendapat sama, yaitu pangharaman hijrah dari Gaza . Kecuali dalam keadaan darurat, akan tetapi saat ini keadaan darurat malah mengharuskan kita agar tetap berada di Gaza untuk melakukan ribath.
Tidak hanya itu, beliau malah meminta agar mereka yang telah meninggalkan Gaza kembali ke tanah mereka,”Kalau kita meninggalkan Gaza , maka kita telah menyerahkannya kepada Yahudi”. Oleh sebab itulah Hamas melarang anggotanya untuk keluar Gaza ke Sinai, walau hanya untuk sementara, karena itu sama dengan meninggalkan kewajiban ribath.
Prof. Dr. Salim Salamah mantan Ketua Rabitah Ulama Palestina, juga mengatakan bahwa Palestina adalah tanah yang disucikan, tidak ada yang boleh keluar darinya, kecuali Allah akan murka, karena tanah ini adalah bumi ribath, dari Arish hingga Syam.
Peringatan keras juga datang dari anggota Majma Fuqaha As Syari’ah di Amerika, Dr. Sayid Sili, yang mengatakan bahwa penduduk Gaza adalah orang-orang yang sedang melakukan ribath yang menjaga tanah dari musuh yang hendak mengusir penduduknya.
Syeikh Yusuf Badri, Anggota Majlis A’la li Syu’un Al Islamiyah (Majelis Tinggi Urusan Agama) Mesir juga mengeluarkan fatwa yang sama.
Sedangkan Dr. Ikrimah Shabri, mufti Al Quds, menyatakan bahwa hijrah hanya bisa dilakukan dalam dua kondisi, pertama, umat Islam tidak bisa melakukan syi’ar keislaman, yang ke dua, mendapat ancaman kematian. Dan untuk Gaza , beliau melarang warganya untuk keluar, karena itu mengurangi jumlah penduduk Gaza , dan hal itu bisa melemahkan kekuatan umat Islam. Dan jika penduduk Gaza terpaksa harus hijrah, maka seluruh umat Islam akan berdosa, karena tidak memberikan pertolongan kepada mereka, hingga penduduk Gaza keluar dari wilayah itu.

Sebelumnya, pada 4 bulan yang lalu, www.hidayatullah.com juga mendapat keterangan langsung dari mantan Imam Masjid Al Aqsha Dr. Mahmud Shiam, yang juga menjadi ketua Rabithah Ulama Palestina, di Yaman, dan Syeikh Abu Bakar Al Awawidah, salah satu anggota Rabithah Ulama Palestina di Suria, bahwa tidak diperbolehkan warga Palestina keluar dari negeri itu, karena dengan begitu, Zionis dengan leluasa menempati tanah-tanah yang mereka tinggalkan. Apalagi di Palestina umat Islam lebih bebas untuk melakukan jihad dibanding negara-negara lain, maka tidak perlu berhijrah ke negara lain, yang sebenarnya juga terjajah, tapi tidak mampu melakukan perlawanan.

0 Responses to “Ulama: Haram Hijrah dari Gaza”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: